Thursday, November 3, 2016

PATAH TIDAK TUMBUH...HILANG TAKKAN BERGANTI

Pagi yang mendung dan sesekali diiringi titis renyai yang membasahi bumi Pontian. Mungkinkah benar, tengkujuh sudah mulai menyapa?

Sesi akhir persekolahan kian di ambang. Aku sejujurnya tidak pasti di manakah hati aku saat ini. Ke manakah menghilangnya segala perasaan? Bagai seluruh perdu kalbu telah diheret pergi...entah pergi ke mana...

Segala yang kukerjakan adalah tanpa rasa. Mengisi markah murid, datang ke sekolah dan membereskan semua kerja. Aku seakan tak peduli lagi murid yang membuat hiruk-pikuk dalam kelas. Juga tak aku hiraukan kalau mereka sudah mulai jemu membuka buku lantaran peperiksaan akhir tahun selesai sudah. Terserahlah nak, gurumu sudah tidak berdaya...

Kehilangan yang berturut-turut ini sungguh menguji hati. Bukan lagi patah seribu tapi hancur berkecai. Kurasakan aku bagai sedang memakan kaca. Sejujurnya, bagaimanakah rasa sebenar makan kaca?

Bolehkah aku berdiri lagi? Dapatkah aku tersenyum lagi?


Mak... anak ini teramat merindukanmu.... 

hakciptaterpelihara